Tampilkan postingan dengan label by Ponco Hadiyuniyanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label by Ponco Hadiyuniyanto. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

ADA YANG BARU DI BLOG-KU




Kudus, 3 Jan 2012
Setelah bekerja keras menggali informasi, belajar dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Semuanya tidak akan menjadi sia-sia. Pasti suatu ketika kita akan menuju yang namanya 'keberhasilan'.

Bicara keberhasilan, kali ini penulis masih jauh dari kata 'berhasil', namun jikalau melihat ke belakang, dan sejauh ini perjalanan apa yang ingin aku tampilkan di penghujung tahun 2011, kali ini sudah terealisasi.

Ya... memang tidaklah mudah bagi seorang seperti saya (=awam dalam tekhnologi informatika) namun mau belajar secara otodidak/autodidak.

Kata 'kang Wiki & Yu Pedia', "Otodidak atau autodidak (dari bahasa Yunani autodídaktos = "belajar sendiri") merupakan orang yang tanpa bantuan guru bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan dasar empiris yang besar dalam bidang tertentu. Mereka mendapatkan pengetahuan tersebut dengan belajar sendiri.
Biasanya, seseorang yang disebut sebagai otodidak bergelut dalam bidang tertentu, seperti seni, sastra, arsitektur, dan kerajinan tangan. Di samping itu, beberapa bidang bisa jadi sangat sempit sehingga pendidikan yang sesungguhnya tidak ada, di mana seseorang mendiskusikan apakah pendidikan itu merupakan kemungkinan realistik (kewaskitaan).
Kata otodidak sering berkonotasi negatif, karena sering dinisbatkan pada orang yang tak terdidik dalam intelektual tradisional. Namun, ini bukanlah perbandingan yang benar, karena orang dapat dengan mudah memenuhi syarat untuk keahlian dalam bidang tertentu. Walau begitu, kata otodidak dapat disalahgunakan."

Begitulah, ternyata hasilnya ternyata kurang memuaskan..... wakakakakakakak.......
Yang jelas ada Poto2 yg aneh [tdk punya kaki tapi bisa jalan sendiri] hehehe... Ada lagi: aga anak kecil joged2 tuh..., ada juga bagi yang mau disayang Istri Gan'...


Karena sudah cukup mengantuk akhirnya dengan berat hati aku putuskan untuk tidur dulu.... Bye......

*Tak lupa penulis ucapkan terima kasih buat Bung Kirtam, S.Kom atas 'pentung'nya waktu penulis copy infonya. Good_lah...{kapan2 ane sowan lagi ke blog panjenengan} neng jangan di bawain pentunagan lagi, kali2 di kasih kopi xixixixi....!!!

Minggu, 27 Februari 2011

"TERUSLAH MENGETUK"

Teruslah Mengetuk


Ketika Kolonel Harland Sanders pensiun pada usia 65, ia tidak memiliki uang banyak untuk dirinya sendiri, kecuali mobil van tua, sebuah pensiun bulanan senile $ 105, dan resep masakan daging ayam.

Mengetahui bahwa ia tidak bisa hidup layak di usia pensiun dengan penghasilan segitu, ia mengambil resep ayam di tangan, duduk di belakang kemudi dari mobil van-nya, dan berangkat untuk membuat kekayaannya. Rencana pertamanya adalah untuk menjual resep ayam untuk pemilik restoran, yang pada gilirannya akan memberinya sisa untuk setiap potong ayam mereka jual - 5 sen per ayam. Kunjungan Restoran pertama yang ia tawari menolaknya.

Begitu pula yang kedua.

Begitu pula yang ketiga.

Bahkan, sampai yang ke 1008 . kunjungan Colonel Sanders berakhir dengan penolakan. Namun, ia terus melakukan penawaran ke pemilik rumah makan. Saat ia melakukan perjalanan melintasi Amerika Serikat, ia tidur di mobil untuk menghemat uang. Baru pada penawaran ke 1009 memberinya jawaban pertama "ya."

Setelah berjalan dua tahun , telah tercatat penjualan total di lima restoran. Kolonel masih terus berjuang, ia tahu bahwa ia mempunyai resep besar ayam goreng dan bahwa suatu hari nanti ide itu akan sukses.

Tentu saja, Anda tahu bagaimana akhir cerita. Gagasan tersebut sukses. Pada 1963, Kolonel memiliki 600 restoran di seluruh negeri yang menjual resep rahasia Kentucky Fried Chicken (dengan 11 bumbu dan rempah-rempah).

Pada tahun 1964 royalti resepnya dibeli oleh gubernur Kentucky John Brown. Meskipun penjualan resep ayam goring membuatnya multi-jutawan, ia telap melanjutkan untuk mewakili dan mempromosikan KFC sampai kematiannya pada tahun 1990.

Kisah Colonel Sanders mengajarkan pelajaran penting: yaitu tidak pernah terlalu terlambat untuk memutuskan dan tidak pernah menyerah.

Sebelumnya dalam hidupnya Kolonel terlibat dalam usaha-usaha bisnis lainnya - tapi semua gagal. Dia pernah punya usaha pompa bensin di usia30-an, sebuah usaha restoran di usia 40-an, dan dia gagal pada kedua usahanya. Namun Pada usia 65 tahun, Harland Sanders memutuskan resep ayamnya yang merupakan ide yang gemilang, dan ia menolak untuk menyerah, bahkan dalam penolakan berulang-ulang.

Dia tahu bahwa jika ia terus mengetuk pintu, akhirnya seseorang akan berkata "ya." Ini adalah bagaimana Tuhan telah memerintahkan dalam kehidupan. Dia berkata, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." , "Mintalah - tidak hanya sekali, tetapi sebanyak-banyaknya. Teruslah mengetok mengetuk sampai pintu dibuka."
Jika Anda saat ini bekerja dengan setengah hati dalam menjalankan Takdir Tuhan dalam hidup Anda ...dan jika Anda memiliki sifat terlalu mudah menyerah di masa lalu ...

ingat:
Tidak pernah terlalu terlambat untuk gigih berjuang. Tidak pernah terlalu terlambat memutuskan jangan pernah menyerah. Terus mengetuk. Terus bertanya. Teruslah mencari.